Hanckey

 

Weekend di ANYER

Page history last edited by hkamarga@... 2 yrs ago

Berakhir pekan di pantai ANYER

 

 

 

26 Mei yang lalu saya ada kerjaan di kampus Serang, penentuan pemilihan mata kuliah mahasiswa S2 kampus Serang untuk semester yang akan datang. Karena penetapan pemilihan mata kuliah tersebut perlu diinformasikan kepada mahasiswa, maka saya harus menemui mereka. Dengan perkataan lain saya harus ke Serang untuk bertemu langsung dengan mahasiswa S2 Pengembangan Kurikulum.

 

Karena hari itu adalah hari sabtu, dan untuk daerah Banten saya belum mengenal banyak, maka diupayakan agar perjalanan tersebut dapat menjadi weekend juga (terutama untuk saya dan Vio yang gandrung banget sama yang namanya laut....). Kita merencanaan akan mengunjungi pantai Anyer (kayaknya pantai Anyer cukup terkenal ya, sampai-sampai ada lagunya yang kalau engga salah judulnya Antara Anyer dan Jakarta).

 

Pagi hari kita berangkat dari Bandung dengan menggunakan blazer dan yang nyupir bergantian antara saya dan Vio. Hanya dibutuhkan waktu lebih kurang 2.5 jam untuk sampai di kampus Serang sebab sama sekali engga ada kemacetan (terutama tuh yang suka macet di pintu tol masuk jakarta). Sampai siang hari saya bertatap muka dengan mahasiswa S2 PK Serang, dan setelah selesai pekerjaan itu kita langsung tancap menuju Anyer. Perjalanan ke Anyer ditempuh lebih kurang setengah jam melalui tol Merak kemudian masuk ke Cilegon. Sepanjang jalan Karang Bolong Anyer bertebaran hotel-hotel, tapi engga seperti dugaan saya semula ternyata hotel-hotel itu tidak terlalu bagus (atau sayanya yang over estimate?). Tadinya saya menduga Hotel Patra Jasa, hotel Mambruk, dan hotel Sol Elite Marbella tuh bagus banget gitu, tapi kenyataannya yaaaa...... begitulah !!! Akhirnya setelah menimbang-nimbang dan keluar masuk beberapa hotel, kita putuskan untuk menginap di Sanghyang Indah Spa Resort. Lihat tuh, kamarnya seperti ini...

 

gak ada yang istimewa :(

 

Pertimbangan memilih hotel tersebut bukan karena hotelnya bagus, tetapi lebih disebabkan di hotel itu ada dermaganya dan kita bisa nyebur ke laut. O ya, saya belum cerita ya kalau pantai di Anyer tuh ternyata engga bisa dipake untuk main di laut, sebab selain ombaknya besar juga pantainya terlalu banyak karangnya. Juga air lautnya engga jernih, jauh banget kalau dibandingkan dengan Tanjung Lesung. Nah, di hotel Sanghyang ini ada bagian pantainya yang dijadikan dermaga dan membentuk teluk kecil sehingga cukup aman kalau kita masuk nyebur ke laut.

 

Setelah check-in di hotel, Vio dan Rina cari makan, dan di dekat hotel ada resto seafood masakan makasar. Mereka beli ikan bakar dan sayur tumis kangkung (ternyata harga yang harus dibayarkan terlalu mahal oi, masa sih di daerah tepi pantai yang notabene ikan tuh mudah diperoleh, harga satu ikan bakar ukuran 300 gram itu sekitar 40.000,- mahal kan????). Makanan itu kita bawa ke pinggir pantai, dan kita menikmati makan siang yang udah kesorean di pinggir pantai. Sangking lahapnya makan (karena kelaparan?) jadi engga kepikiran deh mau bikin fotonya :(

 

Setelah puas makan, kita merencanakan untuk main di laut. Pertama-tama Vio dan Rina main jetsky. Bisa main berdua karena sewa jetsky nya per setengah jam, jadi bisa dipakai bergantian.

 

Kalau saya sih engga terlalu tertarik main jetsky (mungkin trauma waktu terbalik ketika main rafting kali ya?), jadi nyebur aja yang puas di laut. Lautnya gelap gak kelihatan apa-apa tuh, mungkin karena ombaknya lagi besar ya? Jadi gak bisa juga snorkeling. Kita cuma bisa berenang aja di sekitar teluk, dan disitu banyak sekali kepitingnya. Sayang kita gak bisa nangkep kepiting ya, soalnya juga kalau ditangkap lalu mau diapain? sebab Vio juga engga tahan alias alergi mengkonsumsi kepiting. Setelah puas main di laut, kita pindah berenang di kolam renang hotel.

 

 

Kolam renangnya lumayan besar meskipun bukan ukuran kolam olimpik. Tapi enak juga berenang di situ. Sampai menjelang magrib kita masih mondar mandir di kolam kayak setrikaan aja.... Udah gitu karena mau liat sunset, kita cepet-cepet keluar kolam, ganti baju, trus pake mobil main ke pantai yang ada mercu suarnya. Di tempat ini kita bisa duduk-duduk menghadap pantai yang terbuka menunggu saatnya sunset. Cuma yang menyebalkan tuh, kita ditarik bayaran untuk parkir mobil sebesar Rp. 20.000,- ini adalah ongkos parkir paling mahal di Indonesia kali ya??.

 

menunggu waktu sunset

 

Nah, di dekat situ ada sebuah mercu suar yang didirikan pada jaman Belanda, tapi sampai sekarang mercu suar itu masih berfungsi dengan baik. Cuma karena waktu itu sudah hampir gelap, kita malas untuk masuk dan naik ke atasnya (udah gitu pake bayar lagi hanya untuk naik aja). Jadi kita cuma duduk-duduk aja di pinggir pantai sambil menikmati kelapa muda. Setelah gelap kita kembali ke hotel, tapi dalam perjalanan kembali ke hotel itu kita beli makanan lagi di tempat yang sama (resto ikan bakar makasar), cuma menunya berganti dengan udang bakar. Makanan itu kita bawa ke hotel dan dinikmati bersama di kamar hotel.

 

 

Besok paginya saya dan Vio nyebur lagi ke laut setelah makan pagi. Kita mencoba untuk menyusuri pantai berkarang dan ternyata lebih bagus pemandangan bawah airnya. di antara karang-karang itu kita bisa menikmati snorkeling, hanya harus lebih berhati-hati karena kalau terlena bisa terlempar ke pantai yang penuh karang-karang tajam. Saya menikmati snorkeling disitu cukup lama. Siangnya kita udah siap-siap untk kembali ke Bandung. Di Jakarta kita mampir ke tempat kos Alfa, ngajak dia untuk makan siang bareng di Senayan dengan menu masakan menado (itu lho, di mall yang baru jadi di Senayan). Sorenya kita udah masuk Bandung lagi. Kata Vio tuh, pagi di laut, siang di mall, dan sore di gunung, hehehe......

Comments (0)

You don't have permission to comment on this page.