Our Anniversary, 19 February

Hari ini sebenarnya adalah hari ulang tahun perkawinan kami yang ke 31. Tapi saya harus tegar menghadapi kenyataan, bahwa di hari yang biasanya kita lewati bersama harus saya lalui seorang diri. Sedih sih….., tapi kan saya tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan itu. Ada yang bisa saya lakukan untuk mengurangi kesedihan itu yakni dengan mengirim do’a sebanyak-banyaknya untuk Deden. Mudah-mudahan hadiah yang saya berikan itu dapat membahagiakan Deden di sana…..
Saya teringat pada hari yang sama tahun lalu. Pada waktu itu Deden begitu gencar mengganggu saya dengan pertanyaan “ibu mau dikasih hadiah kotak merah kecil yang isinya berlian???”. Mengapa saya tahu bahwa Deden mengganggu saya? Sebab pada dasarnya Deden tahu betul kalau saya engga suka sama yang namanya perhiasan, tapi dengan menggebu-gebu setiap bertemu muka dengan saya selalu pertanyaan yang sama dilontarkan pada saya.. J Kalau dia bertanya “ibu mau hadiah gadget yang bagaimana?” Nah ini baru yang namanya kejutan…… Kenapa lagi saya sebut kejutan? Sebab pada dasarnya Deden itu gaptek, jadi kan pasti dia engga tahu menahu soal gadget… Setiap kali Deden bertanya soal hadiah perhiasan itu selalu diikuti dengan tawa lebarnya, sebab sudah pasti setelah pertanyaan itu dilontarkan maka saya akan pasang muka cemberut. Tawanya itu kemudian meluluhkan cemberut saya dan akhirnya kita jadi tertawa bersama. Alfa suka bilang, katanya “selalu ada tawa jika dekat dengan ayah…”

Hadiah ulang tahun perkawinan kami tahun lalu, jalan-jalan ke Bangkok
sambil saya ikut AISAHL sebagai salah satu presenter
Pada akhirnya ya tidak ada hadiah spesial, sebab kan semua penghasilan Deden diserahkan pada saya. Jadi Deden bilang “ibu beli sendiri ya hadiah yang diinginkan….” Hehehe….. itulah Deden, sangat romantis tetapi juga tidak romantis. Artinya, sangat romantis kalau berbicara dengan saya, tapi juga sangat tidak romantis kalau berurusan dengan yang namanya membelikan hadiah. Meskipun demikian saya tahu bahwa Deden cuma sayang sama keluarganya. Tidak ada pikirannya untuk berbuat yang aneh-aneh di luar, sebab pekerjaannya saja sudah sangat menyita waktunya, ditambah dengan penyakitnya yang memberatkan dirinya, maka kalau ada kesempatan bercengkerama, maka itu hanya untuk keluarganya. I love you ayah, and miss you….
Comments (0)
You don't have permission to comment on this page.