Tugas sambil jalan-jalan ke Makasar
Saya mendapat tugas dari SPs untuk menyelenggarakan tes masuk calon mahasiswa S2 kerjasama dengan Departemen Agama di Makasar. Sebenarnya tes itu diselenggarakan di 10 kota yang mewakili seluruh propinsi di Indonesia, tetapi saya memilih Makasar karena pertimbangan nostalgia masa kecil. Pada tanggal 8 sampai 10 Mei 2006 saya berada di kota Makasar; tes diselenggarakan tanggal 9 Mei, dan saya mengambil waktu 1 hari untuk menjelajah kota kenangan masa kecil itu.
Saya pergi dengan Rina dan seorang staf administrasi SPs, bertiga kita sampai di bandara cengkareng sekitar jam 11 siang. Untuk yang pertama kalinya saya menggunakan pesawat Adam Air.
Sore hari setibanya di Makasar, saya sudah dijemput oleh pegawainya Irawan (pak Dandan) lalu kita diantarkan ke hotel Sedona. hotel ini terletak di pantai Losari, dan secara kebetulan kamar kita menghadap ke arah laut. Wuaaahh....., seneng banget deh bisa menikmati laut !! Pas nyampe ke hotel, persis sedang berlangsung sunset, dan pemandangannya cantik sekali. Saya sampai tertegun, dan Rina tereak2 di telepon mengabarkan ke ibunya bahwa dia sedang menikmati sunset (meskipun dari balik kaca jendela).
foto ini diambil dengan latar belakang kaca jendela yang memperlihatkan pemandangan laut
Malam harinya, kita jalan-jalan cari makanan khas Makasar (apa lagi kalau bukan sea food??). Kebetulan sepupunya rina berdomisili di Makasar, jadi mereka yang menjadi guide kita. Pertama-tama kita menyelesaikan pekerjaan yakni membeli peralatan untuk keperluan testing besok (pinsil 2b, penghapus, peruncing pinsil, lakban, kertas pembungkus berwarna coklat, dll). Dari toko buku kita ke resto "Istana Laut" yang letaknya engga jauh dari hotel yakni di sekitar pantai Losari juga. Liat deh makanan yang kita pesan, betapa bikin air liur menitik....., ikan bakar, telor ikan masak asam pedas, sayur kangkung, udang, wuah...., pokoknya sedap banget dach!!!
ini saya lagi di dalam becak yang lumayan kecillll....
Besok paginya saya sudah siap untuk melaksanakan tugas, yakni menyelenggarakan tes masuk calon mahasiswa. Ternyata banyak juga peserta tes nya, jadi harus dibuat menjadi dua kelas, yang satu kelas diawasi oleh saya dan satu kelas lagi diawasi oleh staf administrasi SPs. Tes itu berlangsung dengan cukup tertib (untung saya sempat belanja peralatan dahulu kemaren malam, sebab banyak juga calon mahasiswa yang tidak membawa pinsil 2b). Setelah tes tertulis selesai, saya melaksanakan tes wawancara bagi calon mahasiswa yang memilih program studi Bahasa Inggris (tentunya wawancara itu dalam bahasa inggris kan?). Ada juga calon mahasiswa yang grogi sampai-sampai engga satu patah kata pun keluar dari mulutnya :(
udah rapi ya saya pagi ini???
Selesai dengan urusan tugas menyelenggarakan tes, saya kembali ke hotel lalu...., berenang di kolam renang hotel :-) , terus jalan-jalan menyusuri pantai Losari di sore hari yang cukup panas, saya dan Rina mampir beli es pisang hijau di depot mie baso & es yang letaknya berhadapan dengan laut di pantai Losari. Asik lho kita bisa jalan-jalan sambil menikmati pemandangan laut. Malamnya kita bertiga makan di Laguna Losari, lokasi tempat makan seperti pujasera. Disitu dijual beraneka makanan dan minuman es (Makasar terkenal dengan es pisang hijau dan es palubutung).
Kita makan (lagi???) hidangan laut, ikan bakar, udang bakar, dan minum es pisang hijau (lagi??), lalu sebelum pulang beli pisang epek dulu. Lihat deh, temen saya Rina seperti penjual pisang epek.....
siapa tuh yang lagi jualan pisang epek??
Hari ketiga di Makasar, karena pesawatnya baru take-off sore hari, maka pagi-pagi diisi dengan jalan-jalan ke pulau Samalona. Kita menyewa perahu bermotor di dermaga dekat pelabuhan Makasar, lalu jalan deh ke pulau Samalona. Mula-mula mampir dulu ke pulau Lailai, baru kemudian perjalanan dilanjutkan ke Samalona kira-kira 20 menit dengan perahu motor.
saya lagi di perahu motor, lalu saya berenang dan snorkeling di Samalona)
Sesampainya di Samalona, kita main air, saya berenang dengan Rina, sedangkan Enti cuma main-main air aja di pinggir pantai karena dia gak bawa baju berenang. Pantai Samalona sangat bersih, tidak ada polusi sedikit pun. Di pulau itu penduduknya hanya kira-kira 15 kepala keluarga. Saya mencoba snorkeling disitu, indah sekali pemandangan di dasar laut, banyak school fish. Kayaknya kalau Vio diajak diving kesini pasti mau deh....
pulau Samalona, kecil, bersih, dan bagus untuk diving
Rasanya belum puas main di Samalona, kayaknya perlu deh saya balik lagi kesini sama Vio untuk diving. Kayaknya engga pengen pulang deh, tapi apa boleh buat kita harus kembali ke Bandung. Maka dengan berat hati saya tinggalkan pulau yang indah itu dengan harapan dalam waktu dekat saya akan mengajak Vio diving disitu.
YOUR COMMENTS
Comments (0)
You don't have permission to comment on this page.