Ke Batu Malang bersama rombongan SPs UPI
Tanggal 9 sampai 11 Maret yang lalu saya mendapat tugas dari SPs untuk mengikuti Pertemuan Pascasarjana LPTK seluruh Indonesia di Batu Malang. Kami berangkat dengan cara rombongan sejumlah 13 orang yang terdiri dari Direktur beserta istri, Asdir I beserta istri, Asdir II beserta anaknya, ibu Enok (prodi IPS) ibu Liliasari (prodi IPA), ibu Narawati (prodi Seni), Pak Sumarto (prodi PTK), pak Alimin (prodi PKKh), pak Dadang Sunendar (prodi Bhs Perancis), dan saya sendiri (prodi PK). Jumat pagi kami berangkat dengan 2 mobil menuju bandara Cengkareng, lalu perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air langsung menuju Malang (Jawa Timur).
ini sebagian dari wajah bandara Abdurahman Saleh Malang
Kita sampai di Batu kira-kiri menjelang waktu Ashar (lama juga ya perjalanannya?, tapi hal ini disebabkan tertundanya jadwal penerbangan). Sesampainya di hotel, kita hanya diberi waktu istirahat sebentar, sebab setelah selesai makan malam ada pertemuan awal (pembukaan) sampai jam 21.30 malam. Saya gak bisa kemana-mana, gak bisa tour in house, padahal hotelnya katanya sih bagus karena hotel itu adalah hotel agro wisata di mana mereka juga punya lahan yang ditanami kebun apel dan itu dipakai sebagai daerah wisata di dalam hotel.
Pada pertemuan malam itu pak Asmawi memberikan komentar tentang "tidak adanya Undang-undang untuk siswa..."
Besok paginya, sebelum acara dimulai jam 09.00, saya menyempatkan diri untuk keliling hotel bersama ibu Nuryani dan pak Djam'an. Inilah sebagian dari wajah hotel. Gedung yang terlihat pada gambar pertama itu adalah tempat kamar saya berada, sedangkan pada gambar kedua adalah bagian depan dari gedung tempat pertemuan diadakan (namanya gedung Hibiscus), pada bagian latar belakangnya tampak kamar-kamar hotel yang berbentuk cottage. Nah, gambar ketiga memperlihatkan fasilitas kolam renang yang saya ambil dari ruang makan gedung Hibiscus (ruang makan itu terletak pada lantai bawah, sedangkan lantai atasnya ruang pertemuan kita). Dari ruang makan ini kita dapat menikmati pemandangan kolam renang yang dilatarbelakangi oleh gunung Panderman. Kalau malam, tampak kerlipan lampu2 dari sebagian kota batu, karena setelah lingkungan tanah hotel, pemandangan lepas ke arah lembah dengan sebagian kota Batu nya.
Setelah makan pagi, saya bersama dengan pak Djam'an dan ibu Nuryani menyempatkan diri mengunjungi kebun apel milik hotel. Kami masih punya waktu 1 jam sebelum harus terkurung dalam ruang pertemuan sampai malam hari. Kebun apel itu merupakan objek wisata yang dikelola oleh pihak hotel. Kita menyewa kendaraan khusus untuk bisa mengelilingi kebun apel seluas 13 hektar. Sangat mengesankan, sebab mereka memberi kesempatan kepada pengunjung untuk memetik buah apel sendiri (meskipun dibatasi setiap orang hanya boleh memetik 2 buah apel).
gambar pertama memperlihatkan buah apel jenis simanalagi yang sudah matang di pohon, berwarna lebih kuning; gambar kedua memperlihatkan bunga apel, di mana nantinya setelah terjadi penyerbukan maka ini akan menjadi bakal buahnya; gambar ketiga memperlihatkan kebun apel yang sudah berbuah banyak.
Bagaiman rasanya jika kita dikelilingi oleh pohon apel yang sarat berbuah? Kira bertiga lalu berpose di depan pohon apel (norak ya???? maklum, di bandung gak ada tuh kebun apel yang begitu besar....)
Setelah menikmati acara petik apel, perjalanan dilanjutkan melihat pabrik pengolahan apel. Di sini, buah apel diolah menjadi minuman sari apel dan selai apel. Pihak hotel memiliki pabrik pengolahan itu di di dalam wilayah kebun apel. Kami diajak melihat-lihat proses pengolahannya, cukup higienis karena semuanya sudah masinal. Jam 09.00 tepat kita sudah berada di ruang pertemuan, dan mengikuti pertemuan sampai selesai jam 22.00 malam ; gak ada waktu untuk santai oy.... :(
Besok paginya (pagi-pagi bener nih...) kita sudah check out karena pesawat akan berangkat jam 09.00 pagi. Bener-bener deh gak ada waktu untuk jalan-jalan menikmati kota Batu....
YOUR COMMENTS
Comments (0)
You don't have permission to comment on this page.