Backpackers jalan ke Singapore
Mengisi liburan tahun ini, saya, Vio, dan Rina jalan-jalan ke Singapore melalui rute Batam. Kita mencoba untuk melakukan perjalanan berbiaya murah (kata orang sih bisa disebut sebagai “backpackers”). Uji coba yang boleh dikatakan berhasil meski engga berhasil seluruhnya, tapi sebagai awal petualangan perjalanan ini cukup menyenangkan dan asyik. Perjalanan ini dilakukan hanya dalam waktu 4 hari 4 malam saja (5 – 9 Juli 2007) yakni 1 malam di Batam, 2 malam di Singapura, dan kembalinya bermalam lagi 1 malam di Batam.
Perjalanan dimulai dari Bandung, dengan menggunakan pesawat Merpati kita menuju Batam. Alhamdullillah perjalanan lancar dan tidak ada gangguan apapun. Sesampainya di bandara Hang Nadim, kira-kira jam 19.30, kita langsung menuju pelabuhan Batam Center untuk membeli tiket ferry. Rencananya menyeberang ke Singapura baru besok pagi, jadi setelah beli tiket kita akan mencari hotel untuk menginap satu malam ini.
Ini tampang para backpackers di depan counter tiket ferry Penguin
Sesudah dapet tiket, keliling dulu untuk lihat-lihat pelabuhan Batam Center, sempat juga beli ice cream Hagen Dazs sekedar melepaskan dahaga (wualah….!). Karena masih baru mulai perjalanan, jadi belum terasa tuh beratnya ransel yang nempel di punggung :)
Ice creamnya nyam nyam lho..
Setelah puas keliling, lalu kita cari hotel. Menurut supir taksi yang kita tumpangi, hotel yang murah dan bersih di daerah Sei Jodoh tuh namanya Hotel Asian. Jadilah kita menuju ke sana. Memang sih murah hotelnya (pesen kamar yang suite aja semalam hanya 250.000, tapi jangan disamakan dengan hotel berbintang ya….). Yaaa, lumayan lah untuk beristirahat semalam ini, kamarnya besar dan ternyata dalam kamar itu sudah disediakan bed untuk 3 orang. Setelah beristirahat sebentar, kita jalan keluar untuk cari makan malam.
Di daerah Sei Jodoh ini ada tempat makan yang enak dan langganannya Vio yakni resto sup ikan Yong Kee. Kita makan di situ dengan menu nasi putih, sup ikan, dan teh es manis. Kembali ke hotel kita jalan kaki lagi, dan di perjalanan bertemu dengan foodcourt yang spesial menjual seafood termasuk siput gonggong. Walah.. walah.. walah.., sepanjang beberapa kali ke Batam engga pernah nemu yang namanya siput gonggong, gak taunya di Sei Jodoh ini ada foodcourt yang jualan siput gonggong. Supaya menghilangkan kepenasaran, kita beli 1 porsi siput gonggong (harganya lumayan mahal lho, 30.000,- per porsinya), dibungkus untuk nanti dimakan di kamar hotel karena kita kan baru aja selesai makan sup ikan.
Besok paginya setelah sarapan pagi, naik taksi ke pelabuhan Batam Center, kemudian kita menyeberang menggunakan ferry Penguin. Pelabuhan Batam Center cukup bersih, terawat dengan baik, dan banyak toko-toko yang mengelilingi atrium di tengahnya.
Ini lokasi atrium pelabuhan Batam Center
Menuju ferry dan dalam perjalanan menyeberang ke Singapura
Sesampainya di Harbourfront, butuh kesabaran mengantri untuk melalui imigrasinya. Yaaa, hitung-hitung belajar ngantri lah sebab kelihatan banget orang-orang indo sangat tidak terbiasa berbudaya ngantri. Mereka berupaya bisa menyerobot, malu-maluin ya…
Akhirnya sampai juga kita keluar imigrasi. Saya cari ATM untuk ambil duit lalu dengan menggunakan MRT kita melanjutkan perjalanan ke daerah Chinatown. Rencananya sih pengen nginep di daerah Chinatown, cari hotel yang murah di sana.
Ngambil duit di ATM, dan di dalam MRT
Perjalanan ini adalah pengalaman pertama Rina ke luar negeri, meski cuma deket-deket aja ke Singapura, tapi rupanya banyak juga yang harus dia pelajari yaaa… Mulai dari belajar bagaimana caranya menggunakan mesin tiket MRT sampai memperoleh selembar tiket, lalu belajar membaca peta untuk mengetahui arah keluar stasiun MRT (apalagi kalau stasiunnya merupakan interchange), kemudian melewati pintu pemeriksaan tiket, menunggu kedatangan MRT, sampai belajar bagaimana memperoleh kembali uang deposit tiket MRT.
Sesampainya di Chinatown, mulailah petualangan dirasakan cukup melelahkan, sebab ternyata di luar dugaan semua hotel penuh. Rupanya weekend ini adalah minggu terakhir great sale Singapore sehingga orang-orang tumplek semua untuk borong barang. Selain itu waktunya juga berdekatan dengan Independence Day nya Singapura. Akibatnya semua hotel penuh, dan kita menderita….. Kenapa menderita? Bayangin aja kita jalan mondar mandir sekitar Chinatown sambil bawa ransel yang berat, untuk mencari hotel. Saya sampe kewalahan dan takut ini punggung ngadat lagi. Bayangin aja mulai dari Mosque st, Pagoda st, Temple st, sampai ke daerah Kreta Ayer rd dijelajahi untuk mencari hotel dan semuanya fully booked !!! dan jangan lupa, kita jalannya tuh ditengah hari yang terik dan puanasnya minta ampun dach…. Akhirnya setelah engga kuat lagi kepanggang matahari, kita masuk ke penginapan yang menyediakan hanya tempat tidur, namanya Backpackers inn di Mosque st. Kita menginap 1 malam di sini, hanya disediakan tempat tidur susun dan setiap orang dikenakan 18 dolar per malam.
Bagaimana kisah petualangan selanjutnya? Coba deh simak tulisan-tulisan berikutnya yang saya buat secara berkesinambungan, seperti ada cerita Kisah di Chinatown, Hunting Buku di Bras Basah sampai Kinokuniya, Cerita di rumah Thalia, menikmati sore hari Main di Singapore River , sampai menjelajah Bugis Junction. Juga ada kisah kita berkelana di Batam pada waktu malam dan hari terakhir.
Comments (0)
You don't have permission to comment on this page.