Hunting Buku
Hunting buku adalah tujuan utama kita melakukan petualangan sampai ke Singapura. Vio perlu mencari buku-buku kedokterannya, dan saya perlu mencari buku-buku untuk melengkapi perpustakaan program studi di Pascasarjana. Jadi kita hunting buku tuh sampai dua hari, yakni hari pertama ketika baru sampai Singapura kita hunting ke Bras Basah, dan hari kedua kita hunting buku ke Borders dan Kinokuniya.
Hunting buku di hari pertama sangat melelahkan, bukan cape mencari bukunya tapi cape sebab harus keliling-keliling karena kitanya lebih banyak nyasar... Sebenernya di Bras Basah kita engga terlalu lama deh, Vio langsung ke toko buku yang menjual buku-buku kedokteran langganannya (itu lho, yang penjaga tokonya judesnya minta ampun deh!) dan membeli beberapa buku (buset dach, kata bapaknya beli buku internal medicine nya Harrison, engga taunya itu buku 2 jilid yang tebelnya minta ampun udah gitu pake hardcover lagi, jadi kebayang dong beratnya seperti apa?!?). Sesudah Vio selesai memperoleh buku-buku yang dia perlukan, lalu saya mampir di toko buku Popular (lantai 2) dan mendapat 3 judul buku untuk prodi PK di Pasca.
belom ngerasa'in beratnya buku jadi masih pada seger-seger tuh...
Nah, sekeluarnya kita dari kompleks Bras Basah, kembali lagi kita dihadang oleh nyasar... Bener-bener menderita deh, cape, panas, haus, berat lagi bawa buku-bukunya. Kenapa sih kok musti nyasar? Hal ini disebabkan kita mau berusaha untuk mencari hotel supaya bisa pindah dari backpackers inn. Menurut peta, dari Victoria tuh engga jauh kalau mau ke Benkoolen dan di sana banyak hotel. Tapi setelah dijalanin, ternyata kita nyasar dan jadinya malah puter-puter gak karuan, malu-maluin ya.... Akhirny karena udah gak kuat, saya duduk di pusat jajan pinggir jalan dan Vio yang cari hotel, meski pada akhirnya juga dia engga berhasil memperoleh hotel karena semua fully booked (tau gak gimana caranya kita bisa dapetin hotel dan letaknya deket banget sama Bugis Junction? Saya sms Thalia dan Thalia & Ari berhasil dapetin hotel untuk 1 kamar 1 malem tapi baru bisa masuknya besok siang). Setelah gagal memperoleh hotel, kita langsung balik ke penginapan pake taxi. Huah!!, lega rasanya bisa lepas dari menggendong buku-buku yang buerat-buerat itu...
Dua kali harus beristirahat dan minum karena cape dan panasnya....
Besok paginya, setelah mengunjungi rumah Thalia & Ari, serta menitipkan gembolan barang-barang, kita berkelana lagi ke Borders di Wheelock dan Kinokuniya di Ngee Anh yang kesemuanya terletak di Orchard rd. Di Borders saya nglirik 1 buku (tapi belum dibeli sebab masih mikir....), sedangkan di Kinokuniya dapat 5 judul buku.
ini lagi asik cari buku di Borders
kalo ini masih di borders, dan Rina di depannya Kinokuniya
Selesai belanja buku kita naik MRT ke Chinatown, makan siang di sana dengan menu masakan India yang uenak itu, kita makan nasi sama daging yang dimasak seperti gulai atau rendang (saya sih pilihnya yang dagingnya ayam), dan tidak ketinggalan roti prata masing-masing 2 lembar yang dibarengi dengan kuah-kuah sedap... Setelah selesai makan kita kembali ke pagoda st. untuk beli kacamata yang udah dimimpi2in sama Rina sejak dari Bandung.
ini menu roti prata dan nasi gulai/rendang daging
Nah, lihat deh betapa nikmatnya kita makan meski di warung pinggir jalan...
Setelah itu kita ke Oxford Hotel, check-in karena udah jam 13.00. Hotelnya lumayan enak, engga terlalu besar sih tapi bersih dan jauh lebih enak dibanding backpackers inn (iya laaahhhh, semalamnya 160 SGD kok). Saya dan Rina istirahat, sedangkan Vio ke rumah Thalia untuk mengambil barang-barang kita.
berpose di depan hotel Oxford
Hari terakhir di Singapura, paginya kita jalan lagi ke Orchard rd. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli 1 judul buku yang kemarennya dilirik di Borders. Saya dan Rina ke Orchard, sedangkan Vio ke rumah temennya, dan kita janjian ketemu di sebelahnya Borders (Kings Burger). Dengan santai saya dan Rina jalan menyusuri Bugis Junction, masuk MRT menuju Orchard rd. Kita ganti MRT di City Hall, baru kemudian ke Orchard. Setelah beli buku di Borders, sambil nunggu Vio kita jalan-jalan di pedestrian menikmati udara pagi yang engga terlalu panas.
lagi menikmati pedestrian di wheelock dan depannya wisma Atria
Sesudah Vio tiba, lalu kita ke Kinokuniya lagi karena Vio mau beli majalah dan komik jepang. Nah, di depannya Wisma Atria ada seorang nenek penjual ice cream potong yang enak banget. Hanya dengan 1 SGD kita dapat sepotong ice cream potong aneka rasa (boleh pilih) yang dibungkus krakers atau roti, sedap lho..... Dari Kinokuniya kita nyebrang di Lucky Plaza karena kita mau cari koper untuk menampung buku-buku (gak kuat lah kalau ranselnya harus dijejali sama buku-buku..!!). Dengan demikian berakhirlah perburuan buku di Singapore, tapi masih ada cerita lain tuh, seperti main di Singapore River dan berkelana di Bugis Junction.
Comments (0)
You don't have permission to comment on this page.