Diving di Bali
Tahun 2005, kembali kita liburan ke Bali tetapi tujuan utama liburan kali ini adalah menyempatkan diri diving di Tulamben. Di sana ada kapal karam (shipwreck) yang katanya indah untuk dilihat dan dinikmati. Kali ini rombongan cukup besar sebab selain kita sekeluarga juga ikut Aldo dan Rina. Seperti biasanya menginap di Grand Bali Beach.
Hari diving dimulai dengan perjalanan dari Sanur ke Tulamben, kira-kira hampir 3 jam perjalanan. Pantai Tulamben dipenuhi dengan batu (bukan pantai berpasir) dan ombaknya cukup dahsyat.
Lihat pada latar belakang pantai Tulamben yang berbatu
Setelah briefing, kami berempat (saya, Vio, satu orang Belanda, dan dive master) masuk ke kedalaman 26 meter. Perlahan tapi pasti, kami menyusuri bangkai kapal USS Liberty. Kapal yang karam & terbawa ombak akibat terjadinya letusan gunung tertinggi di Bali, sehingga site dive hanya berjarak beberapa meter dari pantai Tulamben.
Cukup menegangkan karena kedalaman yang hampir mencapai batas maksimum yang diijinkan oleh POSSI. Namun, setelah beradaptasi, tampaklah keindahan alam bawah air.
Cantik-cantik ya koralnya....
Saya dan Vio turun 2 kali, setelah penyeleman pertama yang berlangsung lebih kurang 40 menit kemudian kita istirahat dan makan siang (makan siangnya engga enak deh, pokoknya kalau mau diving di situ saya sarankan untuk bawa makanan sendiri). Pada penyelaman kedua ini kita hanya turun di 14 meter. Target utamanya adalah memberi makan ikan-ikan. Dive masternya mengeluarkan botol aqua yang berisi potongan roti kemudian setelah potongan-potongan roti tersebut bertebaran maka menyerbulah ikan-ikan
Saya lagi berusaha membelai ikan-ikan yang menyerbu makanan roti
Untuk menghilangkan kepenasaran cerita tentang shipwreck USS Liberty, tempat ini cukup baik, tapi saya sarankan sebelum diving perut jangan diisi penuh sebab ombak cukup besar sehingga kita bisa mual.
Comments (0)
You don't have permission to comment on this page.