Benarkah TACE harapan segalanya ????

Saya harus menghadapi realitas, kenyataan…., dan tidak boleh lari darinya. Saya harus menerima bahwa perkembangan kanker Deden menuju pada arah yang lebih buruk. Artinya, jika pada awalnya status Deden adalah stage 1 dengan hanya ada 1 nodul dan besarnya tidak lebih dari 1 keping mata uang logam, maka pada saat ini posisi Deden berada pada stage 3b, yakni nodul menjadi lebih dari satu dan besarnya bervariasi, mulai dari ukuran < 1 cm sampai yang paling besar berukuran > 8 cm, terletak pada segmen 8 dan segmen 3, dan sekarang sudah mulai ada asites. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah “mengapa dengan pengobatan yang katanya mutakhir dan menggunakan obat-obatan yang harganya selangit yang katanya bisa membunuh kanker (bukan hanya sekedar menekan pertumbuhan kanker), tetapi hasilnya demikian?”
Allah memperlihatkan kuasanya kepada saya. Baru saya sadari sepenuhnya, ternyata selama ini saya terlalu menggantungkan keberhasilan pengobatan Deden di tangan dr. Therawan. Artinya mungkin saya telah berlaku musyrik, mempercayai bahwa dr. Therawan dapat mengatasi perkembangan kankernya Deden, dan meletakkan harapan sepenuhnya pada dr. Therawan. Ini bukan semangat seorang muslim yang baik, ini namanya musyrik!!! Seharusnya saya meletakkan harapan kesembuhan Deden pada Allah SWT; seharusnya saya mempercayai kekuasaan Allah SWT dan memohon sepenuhnya kepada NYA.
Ini teguran keras Allah kepada saya, dan kesadaran ini kemudian membukakan mata saya bahwa saya harus melihat kenyataan yang realistik. Saya sadar bahwa TACE bukan segalanya, bahwa dana yang saya keluarkan untuk pengobatan ini hanya untuk membeli mimpi kesembuhan Deden. Saya terbuai oleh mimpi yang saya bentuk bahwa dengan metoda pengobatan mutakhir dan obat-obatan yang mahal dapat mengatasi perkembangan kanker Deden, sehingga akhirnya saya menjadi tidak realistik lagi. Kesadaran ini memunculkan suatu cakrawala berpikir baru, bahwa saya harus menghentikan pengobatan dengan metode TACE (karena saya juga sudah kehabisan dana untuk pembiayaan pengobatan tersebut), dan mungkin saya harus mempersiapkan diri bahwa satu saat kanker ini akan menghentikan segala aktivitas suami tercinta.
Hal yang saya maksud dengan lebih realistik adalah saya harus mampu menghadapi kenyataan bahwa penyakit ini lebih besar kemungkinannya untuk tidak dapat disembuhkan (meski saya masih memohon kepada Allah yang bagiNya segalanya adalah kun fayakun), sehingga yang akan dilakukan adalah memberikan kondisi yang lebih nyaman bagi Deden untuk menghadapi saat-saat terakhirnya. Sepulang dari Jakarta ini saya akan mempersiapkan operasi untuk Deden, operasi membuang limpa yang sudah sangat membesar sehingga dia tidak terlalu sesak, kemudian menambal varises osephagusnya supaya tidak terjadi perdarahan; dengan demikian diharapkan Deden dapat menikmati sisa hidupnya dengan lebih nyaman. Di samping itu saya akan mencoba memberikan Thimocyn Alpha untuk menghambat pertumbuhan virus Hepatitis C nya, sehingga diharapkan dengan membaiknya hepatitis C nya maka pertumbuhan kanker levernya juga akan terhambat, SEMOGA…. Hal lain yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup Deden adalah terus memberikan Aminoleban (makanan khusus untuk orang yang bermasalah dengan lever nya) supaya metabolisme dalam badannya menjadi lebih baik dan dapat mengurangi asitesnya.
Ya Allah, berikanlah aku kekuatan dalam menghadapi cobaan yang Kau berikan kepadaku…. Aku pasrah pada kehendakMu ya Allah, meski upaya tetap aku lakukan untuk mengurangi penderitaan Deden…
Lihat tulisan-tulisan sebelumnya Melawan Kanker dan PEMUSNAHAN CANCER DAN PAHLAWANNYA
Comments (0)
You don't have permission to comment on this page.