Hanckey

 

Batam 1

Page history last edited by hkamarga@... 2 yrs ago

Merambah ke Tanjung Pinang dan Batam

 

 

 

Dari tanggal 16 sampai 18 September 2004 saya melanglang ke Tanjung Pinang dan Batam dalam rangka sebagai pembicara pada acara Seminar Kurikulum 2004 yang diselenggarakan oleh STAI Miftahul Ulum Tanjung Pinang. Karena bertugas sebagai pembicara tunggal dalam acara seminar 2 hari, maka mau tidak mau saya HARUS datang (kalau engga datang kan jadinya acaranya batal ya???)

 

Tanggal 16 sore, setelah selesai memberikan kuliah, saya ke Jakarta bersama Rina naik Argo Gede. Kita menginap dulu di rumah Didi (Pejaten) karena pesawatnya take-off besok paginya. Karena sampai di Jakarta sudah kelewat malem (kira-kira jam 22.00) dan Thalia juga sudah berangkat ke Singapura, makanya begitu sampai langsung aja mandi lalu sholat udah gitu tidur.... Besok paginya, sesudah subuh kita pada mandi dan siap-siap untuk berangkat. Naik taksi kita ke bandara cengkareng dan kita naik pesawat Lion Air.

 

Foto kiri memperlihatkan Rina lagi bengong liatin banyak orang yang mau check-in,

dan foto sebelah kanan diambil ketika kita sedang menunggu untuk boarding

 

ini foto lagi di pesawat, iseng banget ya kotak makanan dipotret. Tapi kata Rina untuk bukti...

 

Sesampainya di Batam, ternyata kita sudah dijemput karena akan langsung menyebrang ke Tanjung Pinang (wuah, padahal hari itu adalah hari jumat dan pesawat mendarat menjelang waktu sholat jumat). Terpaksa deh 2 orang penjemput mengorbankan jumatan, sebab dari Batam ke Tanjung Pinang tuh perjalanannya kira-kira 1 jam. Dari airport kita langsung ke pelabuhan Punggur yang letaknya di sebelah timur Batam (perjalanan kira-kira 30 menit) dan dari sana kita langsung menyebrang menggunakan ferry. Sesampai di Tanjung Pinang kita makan siang dahulu di resto Padang, setelah itu baru saya diantar ke hotel. Tanpa istirahat, sorenya langsung saya berbicara dalam acara seminar tersebut.

 

suasana pelabuhan di Tanjung Pinang

 

ini di dalam ferry

 

Selesai acara, kita diajak makan malam di luar. Tadinya saya mengira masih ada tempat makan di alam terbuka yang sangat terkenal di Tanjung Pinang, tetapi ternyata tempat itu sudah ditutup karena akan dibangun mall di sana. Jadi kita makan malam di tempat lain yang hampir serupa dengan menu seafood. Besoknya, satu hari dari pagi sampai siang saya berbicara dalam acara seminar (maklum, namanya juga pembicara tunggal...).

 

suasana tempat dilangsungkannya seminar, dan foto bersama setelah acara berakhir

 

Setelah selesai acara, saya langsung check-out dari hotel, tetapi sebelum menyeberang kembali ke Batam, kita diajak makan siang bersama. Karena hujan lebat dan badai, saya ditahan oleh panitia untuk tidak menyeberang ke Batam, tetapi karena sudah booking hotel di Batam saya tidak bisa memundurkan waktu keberangkatan ke Batam. Ditengah hujan dan sedikit badai, kita menyeberang kembali ke Batam. Saya sempat jajan otak-otak khas Tanjung Pinang yang puedesssnya gak ketulungan, tapi bisa menghangatkan badan yang kedinginan kena hujan dan badai.

Setelah ferry mendarat di pelabuhan Punggur, kita naik taksi menuju kota, khususnya ke hotel panorama melia di Sei Jodoh.

 

ini hotelnya di Batam

 

Waktu yang hanya sesorean itu kita manfaatkan untuk jalan-jalan di sekitar Sei Jodoh. Selain window shopping, ternyata kita juga bisa shopping beneran. Lumayan bisa dapat barang-barang singapura dengan harga relatif murah, saya belikan HP untuk Deden, Rina beli CD walkman, terus kita beli banyak oleh-oleh jam tangan karena harganya murah tuh... Udah cape jalan-jalan, lalu kita makan malam di Yonkee, spesialis soup ikan. Nikmaaatttt banget deh makan di soup ikan di situ.

 

saya lagi menikmati soup ikan di Yonkee

 

Tidak terasa hari telah larut dan kita harus kembali ke hotel untuk istirahat sebab besok pagi sudah harus terbang kembali ke Jakarta. See u next time Batam..

Comments (0)

You don't have permission to comment on this page.